Jumat, 27 Oktober 2017

Review Film The Incredible Hulk (2008), Kisah Monster Hijau dari Marvel

Simak review film The Incredible Hulk (2018) bahasa Indonesia melalui artikel berikut ini!

Review Film The Incredible Hulk indonesia 2008
Review Film The Incredible Hulk Indonesia

Cerita Film The Incredible Hulk


Diceritakan Bruce Banner, seorang ilmuwan yang terkena radiasi sinar gamma pada suatu uji coba sehingga ia berubah menjadi monster berwarna hijau ketika tertekan atau emosi. Mengetahui ancaman yang mungkin datang dari monster hijau yang diberi nama Hulk ini, pihak militer di bawah pimpinan Jenderal Ross kemudian memburunya. Setelah beberapa waktu, Bruce Banner mengasingkan diri di Brazil dan mencoba menemukan obat penawar untuk penyakitnya.

Belum sampai menemukan penawarnya, Jenderal Ross datang dan membawa Blonsky (marinir berpengalaman) untuk menangkapnya. Banner berhasil lolos dari penyergapan dan kembali ke Amerika. Jendral Ross kemudian menyuntikkan ‘serum super’ pada Blonsky agar ia bisa menandingi Hulk. Namun, Blonski malah berubah menjadi monster yang jauh lebih ganas dan lebih tak terkendali daripada Hulk.




Review Film The Incredible Hulk (2008)


Re-boot dari film Hulk ini memang jauh lebih baik dari film sebelumnya. Berbeda dengan film Hulk (2003) yang disajikan dengan nuansa serta tone yang lebih cerah, The Incredible Hulk lebih terasa gelap dan suram.

Dilihat dari kualitas CGI pun peningkatannya sangat kelihatan, jika Hulk di tahun 2003 masih ada kesan kartun, sosok Hulk kali ini tampak jauh lebih realistik (dan seram). Bisa dilihat dari otot-otot yang lebih kekar, kasar, serta warna tubuh hijau yang lebih gelap dari versi sebelumnya.

Ceritanya juga dibuat berbeda dari versi lama. Pada sekuen pembuka, latar belakang munculnya Hulk dikisahkan sekilas saja sehingga tidak mengulang plot versi sebelumnya yang lebih fokus ke konflik psikologis dan trauma Bruce Banner. Film ini malah lebih konsen ke Bruce Banner yang mencoba mencari obat penawar dan perburuan Jenderal Ross. Hasilnya? Lebih banyak aksi yang disajikan sepanjang film.

Walau awalnya tampak meragukan namun klimaks pertarungan antara Hulk vs Abomination mampu menambah kegregetan film ini. Endingnya juga lumayan, selain meninggalkan tanda tanya di benak penonton tentang Bruce Banner yang hilang, juga kedatangan Tony Stark yang muncul secara tiba-tiba dengan gagasannya tentang Avengers (mengulang adegan Nick Fury yang bertemu dirinya di ending Iron Man).

Meski The Incredible Hulk jauh lebih bagus dari film sebelumnya, namun jika dibandingkan dengan ke-6 film MCU Phase One, mungkin film ini termasuk salah satu yang paling lemah.


Demikian review film The Incredible Hulk (2008) bahasa Indonesia. Klik next untuk membaca review film Iron Man (2008).

Next > Review Film Iron Man 

Previous Post
Next Post

post written by: