Kamis, 13 Desember 2018

Review Film Spider-Man Into the Spiderverse (2018), Kisah Spider-Man Penerus Peter Parker


Yuk simak pembahasan review film Spider-Man Into the Spiderverse di bawah ini!

Selowae.Net - Spider-Man: Into The Spider-Verse, film animasi layar lebar pertama Spider-Man yang mengangkat tema cerita mengenai Multiverse.

Film animasi ini diarahkan oleh tiga sutradara sekaligus, yaitu Bob Persichetti, Peter Ramsey dan Rodney Rothman. Film ini berhasil memberikan tontonan yang cukup menghibur dan tentunya fresh dalam dunia animasi Spider-Man.

Yuk langsung saja kita simak ulasan dan review film Spider-Man Into the Spiderverse dalam bahasa Indonesia berikut ini!

Oh ya, jangan lupa juga membaca Macam-macam Spider-Man dalam multiverse Marvel.


Review Film Spider-Man Into the Spiderverse (2018)


Ada beberapa poin yang kan dibahas dalam review ini, yaitu:

1. Plot


ulasan Review Film Spider-Man Into the Spiderverse (2018)
Review Film Spider-Man Into the Spiderverse (2018)

Pada dasarnya film animasi ini ingin menggunakan konsep cerita yang cukup sederhana dan tidak terlalu dark, tapi sepertinya ketiga sutradara yang menangani film ini menginginkan hal yang tentunya berbeda dari film-film atau serial animasi Spider-Man yang pernah ada sebelumnya.

Jadilah film Spider-Man: Into The Spider-Verse, film yang bercerita kisah seorang pemuda yang ingin menjadi the next Spider-Man seperti layaknya Peter Parker aka the first Spider-Man in Brooklyn di universenya si Morales (Earth 1610).

Dari awal sampai akhir filmnya cukup berjalan mulus, tidak ada cerita yang ribet untuk dipahami oleh penonton di bawah usia 13 tahun. Bahkan cerita yang rada-rada dark di dalam film animasi Spider-Man yang satu ini sendiri tidak membuat filmnya jadi buruk, malah filmnya jadi lebih hidup dan asik ditonton.

Penumpukan berbagai macam karakter juga tidak mengganggu jalannya cerita didalam film animasi Spiderman satu ini, ceritanya tetap konsisten fokus pada satu karakter inti yaitu Miles Morales. Jadi, secara story bisa dikatakan kalau film Spiderman:Into the Spider-verse sangat memuaskan.


Baca juga: Perbedaan Film Avengers: Infinity War dengan Versi Komiknya


2. Cast / Pengisi Suara


ulasan Review Film Spider-Man Into the Spiderverse (2018),
Para pengisi suara dalam film

Untuk jajaran pengisi suaranya sudah mantep, yang mengisi suara karakternya Miles Morales juga cocok banget. Apalagi saat Miles Morales bertarung dengan villain utamanya di ending tuh mantep dah suaranya si Shameik Moore yang menyatu dengan karakternya Morales.

Hailee Steinfeld juga cocok banget mengisi suaranya karakter Gwen Stacy aka Spider-Gwen, si Steinfeld bener-bener bisa hidupin karakternya Spider-Gwen.


3. Visual Effects / Animation


Review Film Spiderman Into the Spiderverse bahasa Indonesia

Untuk animasinya sendiri ya cukup terbilang standarlah, animasinya pun nampak menggunakan konsep animasi old-school macam yang digunakan dalam serial animasi Nickelodeon's The Fairly OddParents dan Marathon's Totally Spies!. 

Transisi scene ke scenenya tuh old-school banget dah dan super duper mirip banget dengan konsep yang digunakan oleh kedua film animasi tersebut.

Bahkan ada beberapa scene yang justru animasi tersebut nampak macam anaglyph 3D, dimana scene tersebut membuat mata cukup puyeng padahal bukan format 3D alias format regular 2D.




4. Original Score / Original Soundtrack


fakta film spiderman into the spiderverse

Original scorenya gak usah diragukan dah, soalnya original scorenya itu ditangani oleh Daniel Pemberton, sang composer handal yang sudah menangani beberapa original score di film-film besar.

Mr. Pemberton sendiri pernah menjadi composer dalam film The Man From the U.N.C.LE., Steve Jobs, King Arthur: Legend of the Sword dan Ocean's 8.

Sementara untuk original soundtrack-nya sendiri diisi dengan beberapa penyanyi papan atas, seperti Jaden Smith, Nicki Minaj, Lil Wayne hingga Dj Khalil.


5. Cinematography


Review Film Spider-Man Into the Spiderverse (2018),
Review Film Spider-Man Into the Spiderverse (2018) - Cinematography

Hemm.... Untuk cinematography ya sepertinya gak terlalu dipedulikan banget dah, maklumlah setiap film animasi yang di produksi oleh Sony Pictures Animation itu rata-rata fokusnya ke storyline saja dan cinematography-nya ya gitu dah.

Entah apa yang ada di benaknya Sony Pictures Animation yang sudah terlalu sering menganaktirikan cinematography dalam setiap produksi film animasinya.


Kesimpulan Review Film Animasi Spider-Man Into the Spiderverse (2018)


Secara keseluruhan film animasi Spider-Man: Into The Spider-Verse ini cukup menghibur dan lumayan gampang dipahami oleh penonton dibawah usia 13 tahun, ceritanya itu tidak terlalu ribet dan bahkan lebih gampang banget dipahami daripada film animasi lainnya yang di produksi oleh Sony Pictures Animation, macam Claudy with a Chance of Meatballs duology dan the Smurfs: The Lost Village.

Film Spider-Man Man Into the Spiderverse (2018) tak hanya seru karena mempertemukan banyak Spidey dari dimensi yang lain. Di sini saya bisa bernostalgia dengan Spider-Man-nya Tobey Maguire. Rasakan saja ceritanya. Sangat Tobeysentris dan secara tidak langsung menjadi pengakuan bahwa Sony belum bisa move-on dari sentuhan Sam Raimi.

Apa bagusnya Spider-Man Into the Spiderverse (2018)?
Apa bagusnya Spider-Man Into the Spiderverse (2018)?

Di balik tampilannya yang segar namun sesekali membuat pandangan saya mengawang, sebenarnya film ini tak punya cerita yang seru-seru amat. Tetapi, sangat bagus dalam menceritakan asal-muasal Spider-Morales.

Dari enam Spidey yang nampil, hanya Morales dan Peter B. Parker yang dibahas lebih dalam. Sisanya cuma numpang meramaikan saja. Begitu pula dengan musuh-musuh yang ditampilkan.

Namun, semua itu bisa tertutup dengan agak rapih karena cerita Morales amat banyak menyimpan pesan yang dalam. Meski pola cerita bagaimana ia bisa menjadi Spider-Man itu 11:12 dengan Peter, setidaknya kita tahu kalau Morales lebih fresh dan jauh dari persoalan romantisme yang membosankan dengan satu wanita.

Baca juga: 6 Musuh Spider-Man di Film Spider-Man Into the Spiderverse


Dan, apabila film ini terbukti sukses, bisa jadi Sony lebih fokus membangun film ini dari pada Spider-Tom. Tak perlu repot-repot memikirkan umur aktor dan yang pasti bisa lebih luas dan bebas dalam segala aspek yang diperlukan.


Kekurangan Film Spider-Man Into the Spiderverse


Dalam beberapa hal film ini masih tergolong kurang, lebihnya hanya dibagian plotnya saja, sementara selebihnya ya gitu deh. There's nothing special in Spider-Verse.

Justru hal-hal penting yang harus ditangani dengan serius, malah tidak ditangani dengan baik alias ala kadarnya aja. Animasi dan cinematographynya pun betul-betul hanya ditangani seadanya saja.

review kelebihan dan kekurangan spiderman into the spiderverse
review kelebihan dan kekurangan spiderman into the spiderverse

Malah disisipkannya beberapa model anaglyph 3D di beberapa scene itu justru cukup mengganggu, apalagi bagi orang yang tidak suka dengan format anaglyph 3D pasti bakalan puyeng dah pas melihat scene tersebut.

Bagi kalian yang gemar dengan karakter Spider-Man, maka film ini cocok buat kalian tonton. Apalagi kalau kalian ingin memperkenalkan ke anak atau cucu kalian dengan karakter Spider-Man ini, maka film ini cocok buat kalian tonton.

Ingat walaupun ini hanya film animasi, tetap saja anak memerlukan bimbingan atau pantauan dari orangtua ketika menonton film Spider-Man: Into The Spider-Verse ini. Karena ada beberapa scene yang menampilkan kekerasan dan scene dewasa (kiss).

Rating pribadi: 8,5/10


Demikian ulasan dan review singkat mengenai film Spider-Man: Into The Spider-Verse. "Spider-Man: Into The Spider-Verse" saat ini sedang tayang di bioskop!

Previous Post
Next Post

0 komentar: