Sabtu, 25 Januari 2020

Review Film 1917 (2020), Kisah Emosional Perang Dunia I


Yuk simak review film 1917 dalam bahasa indonesia berikut!


Pada kesempatan ini, kami akan me-review film terbaru bertema perang yang berjudul 1917. Film 1917 ini disutradarai oleh Sam Mendes (Skyfall) dan mengangkat kisah Perang Dunia 1. Penasaran akan seperti apa filmnya? Yuk simak saja deh ulasan review 1917 di bawah ini!


Sinopsis Film 1917


Sinopsis dan Review Film 1917 (2020)
Sinopsis dan Review Film '1917' (2020)

Tanggal rilis: 18 Januari 2020 (Indonesia)
Sutradara: Sam Mendes
Anggaran: $90–100 juta
Perusahaan produksi: Neal Street Productions, Amblin Partners, DreamWorks, Reliance Entertainment, New Republic Pictures
Penghargaan: Penghargaan Golden Globe untuk Film Terbaik: Drama, LAINNYA

Sinopsis:

Sam Mendes sutradara pembuat (James Bond) SKYFALL menghadirkan karya epik Perang Dunia I, 1917. Saat puncak Perang Dunia Pertama, dua prajurit muda Inggris, Schofield (George MacKay) dan Blake (Dean -Charles Chapman) diberi misi yang terlihat mustahil.

Sebuah perlombaan melawan waktu, mereka harus melintasi wilayah musuh dan menyampaikan pesan untuk menghentikan serangan yang dapat merenggut ratusan tentara Inggris berikut saudara kandung Blake ada di antara mereka.


Review Film 1917 (2020)


Perang, permusuhan yang merenggut paksa kehidupan dari para pelakunya. Melalui 1917, Sam Mendes mengungkapkan kembali cerita kakeknya dalam bentuk gambar yang mewakili ketakutan manusia hingga tanah kehidupan yang diperebutkan pada Perang Dunia Pertama.


Teknis penuh magis tak hanya menjadi pencapaian yang mengesankan, tetapi juga memberi pengalaman sinematik yang istimewa.

Menarik hati dan pikiran ke dalamnya untuk berjibaku memahami semesta, yang ternyata menitipkan kehidupan pada bahu-bahu mereka yang tak lagi punya tujuan selain pulang ke rumah.

Dua tentara muda Inggris diperintahkan untuk mengirim peringatan kepada Resimen Devonshire bahwa rencana penyerangan mereka di waktu subuh akan dihujani artileri oleh tentara Jerman di Garis Hindenburg.

Narasi sederhana ini menjadi sarat akan makna karena sebuah pengembangan karakter yang luar biasa di dalam diri Schofield.

Pergumulan hebat tak hanya terjadi di perjalanannya, tetapi juga di dalam hati serta pikiran. Beban moral memang memberatkan langkahnya, namun di sisi lain menjadi semangat kemanusiaan yang memberondong egonya sendiri.

film 1917 movie review indonesia
Ulasan review film 1917 bahasa indonesia

Keistimewaan lain adalah teknis pengambilan gambar yang berkelanjutan dengan koreo yang saya pikir sangat rumit.

Roger Deakins juga memanfaatkan lanskap parit hingga reruntuhan dalam menghadirkan keindahan dan ketakutan di saat yang bersamaan.


Menggambarkan daratan keputus-asaan yang membuat saya merasa dan mengidentifikasi diri ke dalam perasaan/pikiran para pejuang.

Bersama tata musik yang mendebarkan, perpindahan satu set ke set lain menjadi momen penyiksa yang terus melingkari ketakutan saya, bersiap mencekik kapan saja.

Lompatan keyakinan Schofield yang banyak dilukiskan Mendes lewat adegan/dialog, menciptakan spiritualitas dan keharuan nan begitu nyata.

Review Film 1917 (2020), Kisah Emosional Perang Dunia I
Review Film '1917' (2020), Kisah Emosional Perang Dunia I

Sebuah karya yang membuat kita merasakan perang begitu dekat. Membuat saya mentertawakan lelucon, menutup telinga hingga termenung di akhir dalam selimut syukur. Ya, karena segala jenis perasaan tersampaikan dengan begitu meyakinkan.


Demikian ulasan review film 1917 dalam bahasa Indonesia. Apakah kamu sudah menonton film ini? Kalau sudah, berikan review dan komentarmu juga di kolom komentar yah…

Previous Post
Next Post

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Review Film 1917

Sebagai predikat pemegang Best Director dan Best Motion Picture (Drama) di Golden Globe 2020, menambah hype dari film 1917. Cukup banyak film yang akan keluar di bulan Januari ini, tapi kalau kalian harus memilih satu film saja di Januari ini, 1917 lah pilihan yang harus kalian tonton.

Sebuah film perang yang menyajikan perang dengan sudut pandang yang berbeda. Film perang selalu memberikan ke megahan dari film nya, yang otomatis budget yang dikeluarkan film perang otomatis sangat besar.

Bakar, bakar, dan bakar duid memang menjadi ciri khas dari sebuah film perang, namun di luar dari itu semua, film ini memperlihatkan sejarah tentang parahnya sebuah perang, hancur dan manusia dituntut untuk membunuh satu sama lain.

Film ini jujur memiliki premis cerita yang sederhana, mengantarkan sebuah pesan ke garis depan peperangan. Banyak film yang mirip seperti film 1917 seperti Hackshaw Ridge, Dunkirk, Saving Private Ryan, Fury, dan lain-lain memiliki premis yang mirip.

Di film 1917 ketegangan di bangun dengan scoring yang sangat menyatu, bahkan di beberapa scene kita di buat serasa menonton sebuah film horror, rasa putus asa pun tergambarkan degan scoring yang cantik.

Sam Mendes pun merubah paradigma dengan orang kreatif dapat membuat film yang sangat baik, bahkan menang golden globe (itupun tidak menutup kemungkinan Oscar pun bisa di raih juga) dan mengalahkan orang yang idealis.

Tapi apa sih yang membuat film ini bisa menang Golden Globe, dan bahkan bisa menyabet piala Oscar, ternyata one take one shot, ya memang tidak semuanya one shot.

Bisa di bayangkan film ini di ambil selama 2 bulan lebih dengan setting waktu di film nya hanya 2 hari 1 malam, adegan one take one shot tersebut sepanjang 9 menit (Wow coba kalian bayangkan kalau itu disuruh ulang, pasti figuran yang jumlahnya gak bisa dihitung jari tangan bakal benci pemeran utamanya tuh).

Teknik one take one shot sendiri memang dipakai di beberapa film seperti Birdman (2015), namun nilai plusnya ini film perang, ditambah film ini minim CGI wow, good job Sam Mendes.

Jadi dari ulasan di atas, tak perlu di ragukan lagi lah, pemenang di golden globe dan calon pemenang di Oscar 2020.