Rabu, 08 Januari 2020

Review Film Abominable (2019), Animasi Memukau dari Dreamworks Animation


Baca review film animasi Abominable berikut ini!

Setelah sebelumnya me-review film Frozen 2, kali ini kami akan mengulas film animasi terbaru 2019 lainnya yang tidak kalah keren, yaitu Abominable.

Film Abominable, merupakan penggambaran dari seorang remaja yang memiliki kesedihan karena kehilangan Ayahnya, & masa-masa sulit yang di hadapi Yi (Chloe Bennet) membuatnya jauh dari keluarganya yang masih hidup.

Hingga pada akhirnya Yi di pertemukan dengan seekor Yeti yang akan memulai petualangan Yi & 2 temannya, yang akan membawa para penonton ke dunia yang penuh imajinasi & pada akhirnya membuat hidup Yi magical & penuh kejutan.

Review Abominable (2019)


Nah, penasaran dengan bagaimana kualitas film animasi Abominable? Simak deh pembahasan review film Abominable di bawah ini!


Review Film Abominable (2019) Bahasa Indonesia


Cerita


Cerita film Abominable ini klise, tentang petualangan seorang manusia yang di pertemukan oleh hewan & bertualang demi memulangkan hewan tersebut, Klise kan? Namun film ini digarap dengan sangat baik membuat cerita di film ini menghibur & mengejutkan.


Jill Culton & Todd Wilderman pun berhasil membuat para penonton masuk ke dunia penuh imajinasi & berhasil membuat emosi para penonton naik-turun.

Harapan, kesedihan & kekeluargaan di film ini membawa kita mengenal budaya Tionghoa dengan analogi seperti ikan koi, kebersamaan, & keluarga yang paling penting dalam hidup.

Pengenalan karakter difilm ini di bangun secara bertahap & detail. Karakter Yi pun di bangun perlahan dengan memasukan konflik pribadi, ketidak harmonisan keluarganya, & Chloe Bennet sukses membangun karakter Yi dengan Emosi yang tersampaikan ke Penonton.


Peng (Albert Tsai) & Jin (Tenzing Norgay Trainor) sukses menjadi pemeran pendukung, & memberikan scene stealer yang lucu di film ini. Jin pun memberikan warna yang menjadi pembeda dari karakter Yi.

Film ini cukup relate dengan kehidupan orang asia yang selalu mengutamakan keluarga, hormat kepada orang tua, & ingat bahwa Tuhan selalu mengawasi & menjaga kita.

Beberapa issue pun di angkat, seperti harapan & impian bisa terhampat apabila kita selalu mengungkit masa lalu kita & issue penggunaan sosial media & smartphone yang berlebihan membuat kita lupa akan kehidupan sosial yang nyata yang ada di depan kita.

Overall, Abominable akhirnya menjadi sebuah film animasi yang mematahkan stigma bahwa film animasi hanya film dengan premis klise, namun Abominable memiliki nilai yang dalam & pelajaran untuk kita.


Review Abominable


Kehilangan sesuatu yang tidak tergantikan di saat kamu memasuki masa yang rentan akan kelabilan, memang acapkali menjadi tantangan yang sulit untuk dilawan jika dilalui sendirian.

Jika seekor Yeti tidak hadir di dalam kehidupan Yi, mungkin ia tak akan membuka diri dan mau berbesar hati menerima cobaan sang Ilahi.

Rangkaian liarnya petualangan yang dijalani oleh tiga remaja cengengesan ini menampilkan canda-tawa keseruan yang menegangkan sekaligus mendewasakan. Mengedukasi dan dapat dinikmati seluruh keluarga.

Abominable Review Indonesia
Review Film Abominable Review Indonesia

Dilahirkan oleh studio yang memproduksi How to Train Your Dragon, karya Jill Culton ini banyak mendapat pengaruh dari waralaba besar tersebut.

Petualangan besar di alam liar jadi persembahan utama, dan diperindah dengan hal-hal yang tidak dapat diterangkan dengan akal.

Sinematografi hingga tata musiknya tak hanya mengagumkan, tetapi juga memberi nyawa dan kesan spiritual - meski tidak tebal. Sebagai alumni Pixar, beberapa teknis yang Jill gunakan juga terasa familier dengan animasi Disney seperti Brother Bear hingga Monster Inc..

Petualangan ini tidak akan menyenangkan tanpa kehadiran tiga bocah cengengesan. Masing-masing dari mereka mewakili keadaan anak-anak di zaman ini, seperti kehilangan teman bermain, kecanduan gadget, narsistik, hingga antisosial.


Candaan yang dipakai pun sangat kekinian dan relevan dengan kehidupan sehari-hari para remaja. Tetapi sindiran ini tak lantas menyudutkan, karena selalu ada hal baik di setiap hal bukan?

Kehadiran Peng dan Jin tidak hanya sekedar menjadi pemanis, karena mereka juga turut andil dalam menghadirkan beberapa plot twist yang manis.

Film  animasi Abominable menghadirkan petualangan yang menyatukan dua kepentingan berbeda untuk mendefinisikan satu makna. Makna ‘pulang’ untuk Yi dan Yeti yang ditemukannya.

Yi membutuhkan perjalanan yang menjauhkannya dari keluarga untuk mengatasi rasa kehilangan, tetapi Everest memberi jawaban sebaliknya. Bahwa pulang adalah solusi dari segala hal yang membuatmu merasa kehilangan diri sendiri.

Menarik diri dari dunia hanya akan mempersempit ukurannya. Tidak memberimu kekuatan untuk melewati cobaan-Nya.


VISUAL dan TEKNIS PENDUKUNG


Review Film Abominable (2019), Animasi Memukau dari Dreamworks Animation
Baca Review Film Abominable (2019) Bahasa Indonesia

Visual di film Abominable ini sangat baik, beberapa momen yang memainkan emosi tanpa di bantu visual yang sangat baik akan menjadi momen biasa.

Penggambaran negeri tirai bambu yang sangat indah, patung Buddha yang luar biasa, dengan animasi yang membuat film ini menjadi sangat indah.

Scoring di film ini pun tidak perlu di ragukan, DreamWorks Animation selalu menggunakan lagu-lagu yang memang sudah terkenal seperti Fix You, di tambah dengan lagu-lagu seperti dreams, membuat film ini memainkan imajinasi kita begitu liar.

Tag: Abominable review indonesia terbaru, review film animasi abominable indonesia sub indo, pemeran dan cast serta dreamworks animation terbaik. film animasi terbaik 201, sinopsis dan pemeran 9 adalah...

Demikian sedikit ulasan review film Abominable dalam bahasa Indonesia. Apakah kamu sudah menonton film ini? Berikan pendapatmu di kolom komentar ya….

Previous Post
Next Post

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Review Film Abomibable

Film Abominable, merupakan penggambaran dari seorang remaja yang memiliki kesedihan karena kehilangan Ayahnya, & masa-masa sulit yang di hadapi Yi (Chloe Bennet) membuatnya jauh dari keluarganya yang masih hidup, hingga pada akhirnya Yi di pertemukan dengan seekor Yeti yang akan memulai petualangan Yi & 2 temannya, yang akan membawa para penonton ke dunia yang penuh imajinasi & pada akhirnya membuat hidup Yi magical & penuh kejutan.

Cerita film ini klise, petualangan seorang manusia yang di pertemukan oleh hewan & bertualang demi memulangkan hewan tersebut, Klise kan? Namun film ini digarap dengan sangat baik membuat cerita di film ini menghibur & mengejutkan.

Jill Culton & Todd Wilderman pun berhasil membuat para penonton masuk ke dunia penuh imajinasi & berhasil membuat emosi para penonton naik-turun. Harapan, kesedihan & kekeluargaan di film ini membawa kita mengenal budaya Tionghoa dengan analogi seperti ikan koi, kebersamaan, & keluarga yang paling penting dalam hidup.

Pengenalan karakter difilm ini di bangun secara bertahap & detail. Karakter Yi pun di bangun perlahan dengan memasukan konflik pribadi, ketidak harmonisan keluarganya, & Chloe Bennet sukses membangun karakter Yi dengan Emosi yang tersampaikan ke Penonton. Peng (Albert Tsai) & Jin (Tenzing Norgay Trainor) sukses menjadi pemeran pendukung, & memberikan scene stealer yang lucu di film ini. Jin pun memberikan warna yang menjadi pembeda dari karakter Yi.

Film ini cukup relate dengan kehidupan orang asia yang selalu mengutamakan keluarga, hormat kepada orang tua, & ingat bahwa Tuhan selalu mengawasi & menjaga kita.

Beberapa issue pun di angkat, seperti harapan & impian bisa terhampat apabila kita selalu mengungkit masa lalu kita & issue penggunaan sosial media & smartphone yang berlebihan membuat kita lupa akan kehidupan sosial yang nyata yang ada di depan kita.

Overall, Abominable akhirnya menjadi sebuah film animasi yang mematahkan stigma bahwa film animasi hanya film dengan premis klise, namun Abominable memiliki nilai yang dalam & pelajaran untuk kita.