Selasa, 07 Januari 2020

Review Film Zombieland Double Tap (2019), Film Zombie Seru dan Menarik


Yuk simak review Zombieland Double Tap dalam bahasa Indonesia di bawah ini!

Satu dekade sejak Zombieland pertama release, dan akhirnya di tahun 2019 ini, Zombieland Double Tap keluar dan menjadi Sekuel dengan zombie yang berevolusi.

Masih sama dengan Robin Fischer sebagai sutradara dan jajaran cast yang sama yaitu Columbus (Jesse Eisenberg), Wichita (Emma Stone), Little Rock (Abigail Breslin), and Tallahassee (Woody Harrelson).

Review Film Zombieland Double Tap (2019), Film Zombie Seru dan Menarik

Review Zombieland Double Tap (2019)


Nah, berikut merupakan ulasan review film Zombieland dalam bahasa Indonesia. Langsung saja  disimak!


Sinopsis Zombieland Double Tap


Tanggal rilis: 19 Oktober 2019 (Indonesia)
Sutradara: Ruben Fleischer
Serial film: Zombieland
Musik digubah oleh: Dave Sardy
Skenario: Rhett Reese, Paul Wernick, David Callaham

Sinopsis:
Usai pertengkaran antara Columbus dan Wichita menimbulkan keretakan di dalam keluarga yang menyebabkan Little Rock minggat dengan seorang pria asing, mereka harus bersatu kembali untuk menemukan Little Rock dan memperbaiki hubungan kekeluargaan mereka.

Dengan menghadapi zombi-zombi jenis baru dalam perjalanannya, mereka dipaksa mengatur strategi hingga bertemu dengan seorang pemburu zombi hebat yang dikenal dengan nama Nevada.


Review Film Zombieland Double Tap (2019)


CERITA

Peraturan pertama di Zombieland milik saya adalah menikmati hal-hal kecil dalam film. Karangan Double Tap boleh jadi terasa jauh dari orisinalitas terdahulunya yang penuh magis, tetapi reuni ini masih memiliki banyak kesenangan dari segi komedi dan chemistry.


Di sisi lain cerita klise ini sesungguhnya membuat Zombieland kesulitan untuk memperluas daratannya, dan mengisi pundi-pundi semestanya dengan potensi yang menarik. Suka atau tidak, berkata jujur dari lubuk hati yang terdalam telah menjadi peraturan nomor delapan di dalam daftar.

Pada bab ini Columbus dkk. dipaksa untuk melawan rasa takut mereka kembali, demi memaknai kata ‘rumah’ yang selama ini mereka cari.

ulasan Review Film Zombieland Double Tap (2019) bahasa indonesia
ulasan Review Film Zombieland Double Tap (2019) bahasa indonesia

Satu dekade rasanya tak banyak membawa perubahan/pengembangan berarti untuk para veteran ini. Bahkan kehadiran zombie generasi baru tak sampai membawa ceritanya pada level yang setingkat lebih tinggi.

Ceritanya cenderung ‘banyak bicara’ alih-alih mengajak kita bernostalgia dengan aksi penuh canda tawa. Beruntung, sarkasme yang dikedepankan masih bisa mengocok perut. Yaaa, walau beberapa bahan berkelakarnya tidak pas dengan gaya Indonesia.


Tallahassee, Columbus, Wichita dan Little Rock memang masih memiliki kedekatan yang baik serta asik, namun tidak dapat meyakinkan saya bahwa mereka telah melalui kehidupan berat di Zombieland selama 10 tahun.

Karakterisasi yang kuat menjadi penyelamat untuk bagian itu. Beberapa karakter baru seperti Madison, Albuquerque hingga Flagstaff secara mengejutkan mampu menarik/mengalihkan perhatian selama cerita berjalan.

Sayangnya, kehadiran Elvis sebagai pengganti Twinkies tak mampu memberi warna khas seperti bab sebelumnya. Tetapi setidaknya alasan kelompok ini kembali turun ke jalan bukan lagi karena sebuah kudapan.

Jika kamu bisa menikmati hal-hal kecil, saya jamin kamu dapat menikmati pertunjukan di Zombieland.

Sebagai penggemar waralaba ini, saya juga kembali terhibur oleh duet maut Harrelson & Eisenberg. Salah satu duet terbaik dalam daftar film-film bertema kiamat mayat hidup! Dan, mereka sangat layak untuk mendapatkan aksi yang lebih menantang dan spektakuler.


PEMERAN DAN AKTING

Zombieland Double Tap semakin di sajikan dengan banyak bintang, darah dan zombie yang brutal, namun tetap memberikan kehangatan kepada para penonton dengan makna di film ini.

Dimulai dengan banyak adegan slowmo yang membosankan, menggambarkan film ini akan membosankan dan ternyata benar.

Alur cerita di film ini sayang sekali melempem, tidak ada yang stand out di film ini, konfliknya pun tidak sedalam film pertamanya.

Berjalan dengan konflik seorang ayah yang kehilangan anaknya, film ini fokus dengan tujuan itu, tapi eksekusi nya tidak cukup tepat. Ada side story yang di tambahkan namun malah membuat film ini makin membosankan.


Setelah 10 tahun berpisah, keempat character ini di persatukan kembali. Chemistry ke 4 character tersebut pun masih tetap terbangun dengan baik dan sama dengan 10 tahun lalu.

Zombieland double tap review indonesia
Zombieland double tap review indonesia

Penggambaran dan pengenalan setiap character juga sama. Ciri khas setiap character pun masih tetap dapat kita nikmati.

Visual yang di tayangkan pun kali ini lebih brutal, semakin banyak darah, namun sayang adegan zombie nya masih cukup kurang.

Ditambahkan dengan komedi-komedi yang menyinggung beberapa film zombie lain, cukuplah menarik, namun sayangnya ada beberapa komedi yang terkesan hanya para cast yang tau komedi tersebut.

Akhir kata film ini cukup memberikan pelajaran tentang seorang ayah dan anaknya, yang pada akhirnya film ini masih bisa kita nikmati dengan keluarga.

Tag: zombieland double tap review indonesia terbaru, sinopsis dan fakta serta pemeran, sutradara download lebih bagus yang mana 2009 atau 2019, kelebihan dan kekurangan ulasan film zombie terbaik.

Demikian sedikit ulasan review film Zombieland: Double Tap (2019) dalam bahasa Indonesia. Bagaimana pendapatmu tentang film ini? Tulis di kolom komentar yaa..

Previous Post
Next Post

0 komentar: