Sabtu, 08 Februari 2020

Review Film Terminator: Dark Fate (2019), Sekuel yang Cukup Menghibur


Yuk simak ulasan sinopsis dan review film Terminator Dark Fate dalam bahasa Indonesia berikut ini!

Sinopsis Terminator: Dark Fate 


 Review Film Terminator: Dark Fate (2019), Sekuel yang Cukup Menghibu
Review Terminator Dark Fate

Sinopsis:

Lebih dari dua dekade setelah kisah dalam Terminator 2: Judgement Day, Sarah Connor berjuang untuk melindungi seorang wanita muda bernama Dani Ramos dan kawan-kawannya, ketika sesosok Terminator logam cair, yang diutus dari masa depan, berupaya untuk melenyapkan mereka.


Review Film Terminator: Dark Fate (2019)


CERITA

Diawali dengan peristiwa Judgement Day di T2, 'Terminator : Dark Fate' rasanya menjadi pengubahan cerita dan sejarah dari cerita Connor. Lalu dilanjutkan dengan kehadiran Grace yang misterius dan tidak berlatarbelakang.


 Review Film Terminator: Dark Fate (2019), Sekuel yang Cukup Menghibu
Baca  Review Film Terminator: Dark Fate bahasa Indonesia

Dan cerita tipikal Terminator pun dimulai. Munculnya Rev-9 semakin membuat ceritanya garang. Meskipun perburuannya selalu diulur-ulur demi memenuhi durasi, aksinya cukup bisa diikuti dengan spektakuler.

Begitu dengan dramanya yang cukup menyentuh, meskipun tidak bisa menambah atau mengubah rasa filmnya dari ketegangan aksi.

Twist yang mengagetkan cukup menawan dan sungguh menarik simpati penonton. Aksi yang sport jantung akhirnya diselesaikan dengan pengorbanan seperti biasanya di akhir film Terminator.


AKTING DAN PERFORMA

Performa keempat aktor utamanya sangat menarik perhatian penonton. Apresiasi tertinggi jatuh pada Mackenzie Davis dan Natalia Reyes yang berhasil menghidupkan karakter Grace dan Dani.

Davis bisa menjadi perempuan yang kuat dan tangguh. Grace yang sudah dieksplor baik dari awal, meskipun banyak penonton tidak tahu bagaimana jadinya ada di dunia sekarang. Dani menjadi yang paling cantik, meskipun dunianya hancur, penampilannya menjadi yang terbaik di film ini.

Linda Hamilton menjadi highlight film ini ketika dirinya muncul. Filmnya langsung menjadi semakin seru dengan kehadiran aksi dirinya.

Baca juga: 6 Film Superhero DC Comics yang Batal Diproduksi


Arnold Schwarzenegger menjadi ciri khas yang selalu ada di Terminator yang terasa dipaksakan, sehingga tak ada variasi karakter dari Terminator ini. Performanya pun tidak sebaik yang dulu, meskipun begitu tetap bisa membantu jalan cerita dengan sangat baik.

Gabriel Luna menjadi antagonis klise dan tipikal khas Terminator dengan penyelesaian karakter yang sama dengan film sebelumnya. Pemeran pendukung lainnya pun sedikit membantu jalannya cerita, karena porsinya yang tidak banyak. Review terminator Dark Fate berikutnya akan membahas teknis pendukung dalam film.


TEKNIS PENDUKUNG

Tak bisa disangkal, sinematografi dari Tim Miller dalam film Terminator Dark Fate sangat memukau. Meskipun keadaan yang disampaikan sama-sama chaos-nya dengan film sebelumnya, 'Terminator : Dark Fate' menawarkan suasana yang lebih menegangkan.

sinopsis film termiantor dark fate
sinopsis dan review film termiantor dark fate

Scoring yang mewarnai adegan aksinya cukup menarik perhatian dan sudah lama penonton merasa bahwa kita tidak menonton Terminator seasik ini. Penyuntingan CGI-nya sudah pas dan bagus sekali untuk dilihat.

Tata artistik dan busana yang menarik tanpa teknologi yang terlalu canggih, menjadikan kesederhanaan itu menjadi glamor dan lebih mengagumkan.


Review Terminator Dark Fate - ENGLISH REVIEW


SYNOPSIS

More than two decades after the events of Terminator 2: Judgment Day, Sarah Connor sets out to protect a young woman named Dani Ramos and her friends, as a liquid metal Terminator, sent from the future, attempts to terminate them.

STORY

Starting with the Judgment Day at T2, 'Terminator: Dark Fate' feels to be a change of story and history from Connor's story. Then proceed with the presence of Grace who is mysterious and has no background. And a typical Terminator story begins. The emergence of Rev-9 increasingly makes the story fierce.

Although the hunt is always stalled to meet the duration, the action can be followed quite spectacularly. Once the drama was quite touching, although it could not add or change the taste of the film from the tension of the action.

The surprising twist was quite charming and really attracted the sympathy of the audience. The heart sport action was finally completed at the usual sacrifice at the end of the Terminator film.


ACTING AND PERFORMANCE

The performance of the four main actors really caught the attention of the audience. The highest appreciation goes to Mackenzie Davis and Nabila Reyes who managed to revive the character of Grace and Dani.


Davis can be a strong and tough woman. Grace has been explored well from the start, although many viewers don't know how it will be in the world now. Dani became the most beautiful, even though her world was destroyed, her appearance became the best in this film. Linda Hamilton was the highlight of this film when she appeared.

Review Film Terminator Dark Fate bahasa indonesia
Review Film Terminator Dark Fate (2019)

The film immediately became more exciting with the presence of his action. Arnold Schwarzenegger is a characteristic that always exists in the Terminator that feels forced, so there are no variations of the characters of this Terminator.

The performance was not as good as before, even so it still can help the storyline very well. Gabriel Luna became a cliché and typical antagonist with the completion of the same character as the previous film. Other supporting actors also helped the story a little, because the portions were not much.


SUPPORTING TECHNICAL

Undeniably, the cinematography of Tim Miller is very fascinating. Even though the situation conveyed was as chaotic as the previous film, 'Terminator: Dark Fate' offered a more tense atmosphere.

Scoring that colors the action scenes attracts enough attention and for a long time the audience feels that we don't watch Terminator this classic.

The CGI editing is very suitable and great to see. Attractive artistic and fashion without too sophisticated technology, makes the simplicity glamorous and more admirable.


Itulah sedikit ulasan review film Terminator Dark Fate (2019) dalam bahasa Indonesia. Kamu sudah nonton film Terminator Dark Fate? Bagikan review dan rating kamu di komen bawah yaa!

Previous Post
Next Post

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Review film Terminator: Dark Fate

Terminator Dark Fate menjadi sebuah film yang cukup membuat saya terkejut dengan statement dari James Cameron yang hanya mengakui 2 film awal, The Terminator dan Terminator 2: Judgment Day.

Namun tidak hanya itu, franchise film ini memang sudah menemui titik jenuhnya, dengan beberapa film yang di akui dan tidak di akui. Memiliki alur cerita yang sama di setiap filmnya, membuat film ini menjadi kehilangan jiwanya, berbeda ketika Terminator pertama, dimana setiap scene membuat kita kagum, dengan punchline yang unik dan membekas, i'll be back, hastalavista.

Dibintangi oleh Linda Hamilton (Sarah Connor), Arnold Schwarzenegger (Terminator "Carl") dan Mackenzie Davis, film ini seperti kebingungan membuat sebuah alur baru, hingga pada akhirnya film ini menggunakan format yang sama, namun berbeda masa depan saja.

Mackenzie Davis pun tampil apik dan keren. Meskipun alur cerita yang membosankan, namun Action di film ini sangat komplit, mulai dari awal sampai akhir film, kita di berikan aksi yang bertubi-tubi, menggunakan beberapa efek slowmo, visual, dan CGI yang keren, yang merupakan ciri khas dari Tim Miller, yang membuat kita ingat dengan film Deadpool, namun di tambahkan sentuhan James Cameron.

Namun sayang meskipun aksi dari film ini bertubi-tubi, karakter di film ini tidak dibangun dengan baik, pengembangan karakter nya pun masih kurang, masih ada yang kurang dan seakan terlalu diburu-buru hingga banyak menimbulkan pertanyaan akan apa yang terjadi.

Diluar film-film pada franchise ini yang di akui dan tidak di akui, film ini cukup menghibur. Dan saran saya untuk film ini, jangan lah ada film lanjutan lagi untuk franchise ini, kalau tidak menyajikan sesuatu yang baru.