Review Film The Irishman (2019), Film Barat Terbaik Tahun 2019


Yuk simak review film The Irishman berikut ini!

The Irishman tidak diragukan lagi adalah salah satu film terbaik tahun 2018. Film arahan Martin Scorsese ini banjir pujian dari kritikus film sesaat setelah penayangannya, serta sukses mendapatkan berbagai penghargaan dari berbagai ajang perfilman Hollywood.

review dan sinopsis film the irishman indonesia

Review dan Sinopsis film The Irishman (2019)


Nah, memangnya sebagus apa sih film The Irishman? Jika kamu penasaran, simak deh review The Irishman dalam bahasa Indonesia berikut ini!


Sinopsis Film The Irishman (2019)


Tanggal: 2019 (USA)
Sutradara: Martin Scorsese
Box office: $8 million
Budget: 140 million USD (Over)
Produser: Robert De Niro, Martin Scorsese, Randall Emmett, Jane Rosenthal, Emma Tillinger, Troy Allen

Sinopsis:
Setelah dibebaskan oleh mafia Russell Buffalino, Frank Sheeran dikenalkan pada serikat terbesarnya dan disuruh bekerja pada kepala serikat ini, Jimmy Hoffa. Selama bekerja pada Hoffa, ia mulai menelusuri dan mendalami kehidupan mafia serta orang-orang di dalam atau sekitar serikat itu.


Review Film The Irishman (2019)


CERITA

Waktu 3 jam 30 menit adalah durasi yang lama bagi sebuah film. Namun, Martin Scorsese berhasil mencakup cerita ini secara detail dan unik, yang membuatnya menjadi lebih menghibur dan penasaran bagi penonton.

Semuanya tersusun rapi dan urut, jika satu detail atau adegan terlewat, bisa-bisa kita tidak mengerti jalan ceritanya.


ulasan Review Film The Irishman (2019) indonesia
Kelebihan dan kekurangan film The Irishman

Semua aspek terjalin dengan erat dan saling menyentuh titik emosi penonton. Mulai dari aksinya, bukan tipe perkelahian langsung dengan fisik, lebih banyak menggunakan pistol, namun hadir dalam waktu yang pas dan performa yang mengagumkan. Dramanya mungkin minim, namun saat muncul, akan menyentuh dan menyakitkan hati penonton juga.

Penonton diajak untuk mengikuti dan mendalami kehidupan mafia Russell Buffalino dengan rekannya Frank Sheeran (and also, Jimmy Hoffa). Pelan-pelan, namun sangat penting untuk tidak dilewatkan.

Baca juga: 10 Film Terbaik yang Dibintangi Saoirse Ronan


Martin Scorsese membawanya perlahan hingga beberapa tragedi muncul yang menjadi momok menakutkan bagi para penonton.

Konflik muncul dan dibangun secara lambat, lalu meledak layaknya darah bercecahan sangat puas menghiasi film ini. Meskipun voice-over yang kelewatan banyaknya, tapi bisa menjelaskan cerita ini lebih jelas, walau kadang ada di beberapa adegannya yang membuat bosan.

Akhirnya, film The Irishman diakhiri dengan cukup bermakna, memberikan pesan moral, serta impresi sinematik yang tak bisa dilupakan. Review The Irishman selanjutnya akan membahas tentang akting dan performa para pemeran filmnya.


AKTING DAN PERFORMA

Baik aktor utama bahkan sampai pendukung, film The Irishman memiliki potensial yang benar-benar direalisasikan dengan bagus.

Pemeran utamanya yaitu Robert De Niro, Al Pacino, dan Joe Pesci bermain dengan sangat apik dan menjiwai para tokoh mereka. Robert De Niro bisa menjadi Frank Sheeran yang tangguh dan menampilkan performa yang paling berkesan dalam film ini.

Joe Pesci menjadi Russell Buffalino yang dipuja-puja dalam film ini. Bijaksana dan cukup menarik perhatian karena keputusannya adalah bagian dalam menentukan kelanjutan cerita ini. Al Pacino menjadi pusat perhatian dalam film ini yang benar-benar berhasil dalam mendalami penonton dan memasuki penonton ke dalam dunianya.

Selain tiga karakter ini juga, jumlah karakter ini banyak, namun tak menyurutkan ceritanya untuk menjadi lebih membosankan. Karakter yang ada dalam film ini malahan lebih mendukung cerita dan memainkan emosi penonton. Gila banget deh semuanyaaa!


TEKNIS PENDUKUNG

Meskipun penonton agak kebingungan dengan alur waktunya, Martin Scorsese tetap menyajikan film The Irishman dengan sangat baik dan rapi.

Mulai dari tata artistik, busana, hingga tone adegannya selalu menyajikan hal yang berbeda dan memiliki ciri khas zaman dahulu. Sinematografi dan tata kamera yang menakjubkan menjadi hal yang paling unggul dalam film ini.

Baik dari adegan simpel hingga yang terberat pun, semuanya sangat aeshetic dan memanjakan mata.

Sekali-kali, kita ditampilkan peristiwa nyata yang pernah terjadi, seperti pembunuhan John. F. Kennedy membuat penonton bisa bernostalgia merasakan kembali tahun dimana film The Irishman terjadi. Feel-nya benar-benar nyata banget deh kalo ditonton!


Review The Irishman - ENGLISH REVIEW


SYNOPSIS

After being released by the mobster Russell Buffalino, Frank Sheeran was introduced to his biggest union and was told to work for the head of this union, Jimmy Hoffa.

While working for Hoffa, he began to explore and explore the life of the mafia and the people in or around the union.


STORY

3 hours 30 minutes is a long duration for a film. However, Martin Scorsese managed to cover this story in detail and unique, which made it more entertaining and curious for the audience.

Review Film The Irishman (2019)
Review Film The Irishman (2019)

Everything is arranged neatly and in sequence, if one detail or scene is missed, we might not understand the storyline. All aspects are closely intertwined and touch each other's emotions.

Starting from the action, not the type of direct physical fight, using more pistols, but present in the right time and amazing performance. The play may be minimal, but when it appears, it will touch and hurt the audience too.

The audience was invited to follow and explore the life of Russell Buffalino mafia with his partner Frank Sheeran (and also, Jimmy Hoffa). Slow down, but it's very important not to miss.

Martin Scorsese brought it slowly until several tragedies emerged which became a frightening specter for the audience.

Conflicts arise and are built slowly, then explode like a split blood very satisfied adorn this film.

Although there are too many voice-over, but it can explain this story more clearly, although sometimes there are some scenes that are boring. Finally, the film ends with a meaningful enough, giving moral messages, and cinematic impressions that cannot be forgotten.


ACTING AND PERFORMANCE

Both the main actors and even supporters, this film has the potential that is really well realized. The main actors are Robert De Niro, Al Pacino, and Joe Pesci play very neatly and animate their characters.


Robert De Niro can be a formidable Frank Sheeran and displays the most memorable performance in this film. Joe Pesci became Russell Buffalino who was worshiped in this film. Wise and quite interesting because his decision is part in determining the continuation of this story.

Film barat terbaik 2019
The Irishman review indonesia

Al Pacino became the center of attention in this film that really succeeded in deepening the audience and entering the audience into his world. In addition to these three characters, the number of characters is large, but it does not dampen the story to become more boring.

The characters in this film even more support the story and play the emotions of the audience. So crazy everyone!


SUPPORTING TECHNICAL

Although the audience is somewhat confused by the timeline, Martin Scorsese still presents this film very well and neatly.

Starting from the artistic layout, fashion, to the tone of the scene always presents different things and has the characteristics of ancient times. Amazing cinematography and camera settings are the most superior in this film. Both from simple scenes to the heaviest ones, everything is very aeshetic and spoil the eyes.

Every now and then, we are shown a real event that has happened, like the murder of John. F. Kennedy allows viewers to feel nostalgic again the year the film took place. The feeling is really real if you watch it!


Itulah ulasan review film The Irishman dalam bahasa Indonesia.  Apakah kamu sudah nonton film The Irishman? Bagikan review dan rating kamu di komen bawah yaa!

1 Response to "Review Film The Irishman (2019), Film Barat Terbaik Tahun 2019"

Anonim mengatakan...

Sinopsis dan review The Irishman - 2019

Diawali di sebuah panti jompo, ada seorang mantan pembunuh bayaran dari Philadelphia bernama Frank Sheeran (Robert De Niro) yang mulai mengingat kembali masa-masa kejayaannya bersama Russell Bufalino (Joe Pesci) dan Jimmy Hoffa (Al Pacino).

Oke, mau bilang aja kalo film ini adalah beneran 100% Scorsese. Mengapa bisa demikian? Selain karena adanya Robert De Niro, gaya penyutradaraan dan gaya cerita yang mampu mengudak-udak emosi. Tidak melulu masalah serius yang diceritakan. Kadang ada kok adegan yang bisa membuat penonton tertawa (buat mereka yang tahu selera humor para opa).

Bahkan The Irishman sendiri bisa dibilang adalah film kriminal terbaik milik scorsese semenjak "Goodfellas" dirilis ke publik. Sepanjang 50 tahun berkarya, Scorsese selalu mampu memuaskan banyak khalayak. Bahkan bisa dibilang kekurangan film ini pun susah untuk ditemukan.

Nah kualitas akting dari aktor yang ada disini tidak perlu diragukan. Walau banyak yang sudah berusia senja (70 ke atas) tapi beneran nih mereka bertiga sudah terbukti kalo jam terbangnya sudah teramat tinggi.

Yang bikin speechless itu Editing film ini. Ga bayangin kalo ada bagian film yang "dipotong" atau "disensor". Mungkin saja taste dari film ini akan hilang. Kalau diibaratkan dengan gizi makanan ini 4 sehat 5 sempurna banget.

Betewe film ini tidak bisa dilewatkan begitu saja... saran sayasih sekalian bawa cemilan atau mungkin makanan ringan biar ga bosen.

Finally I give a perfect 100 for this movie. .