Jumat, 20 Maret 2020

Review Film Jojo Rabbit (2019), Sebuah Komedi Satire Tentang Nazi dan Hitler


Review Jojo Rabbit – Pada kesempatan ini, kami akan mengulas film komedi Hollywood terbaru yang sangat lucu dan menghibur, yaitu Jojo Rabbit. Film ini disutradarai oleh Taika Waititi (Thor Ragnarok), sutradara berbakat yang terkenal piawai dalam membuat film komedi.

sinopsis dan review film jojo rabbit 2019

Review Jojo Rabbit (2019)


Nah, penasaran kan dengan karya film terbaru Taika Waititi yang berjudul Jojo Rabbit ini? Yuk langsung saja kita simak selengkapnya setelah tanda titik dua berikut ini:


Sinopsis Film Jojo Rabbit (2019)


Tanggal Rilis: October 18, 2019 (Canada)
Sutradra: Taika Waititi
Budget: 14 million USD
Awards: Academy Award for Best Writing Adapted Screenplay, MORE
Nominations: Academy Award for Best Picture, MORE 

Sinopsis:

Jojo is a lonely German boy who discovers that his single mother is hiding a Jewish girl in their attic. Aided only by his imaginary friend -- Adolf Hitler -- Jojo must confront his blind nationalism as World War II continues to rage on.


Review Film Jojo Rabbit (2019)


Menggambarkan fanatisme dengan anak-anak terhadap sejarah kelam dunia memang memberi hiburan yang tidak nyaman.


Ulasan Sinopsis dan review Jojo Rabbit (2019)

Jojo Rabbit mungkin bukan selera semua penonton, tetapi bagaimana Waititi mengemas ide serius dengan lelucon gelap yang brilian membuat saya menemukan hati yang nyata di dalamnya. Sebanyak tawa yang dibuat, sebanyak itu juga hal dan pesan penting yang tersampaikan hingga memelukmu dengan hangat.

Jojo Rabbit bercerita tentang kehidupan Johannes Betzler, seorang anggota Hitlerjugend yang memfanatiki Hitler, dalam menebalkan keyakinan terhadap paham Nazi ketika segala yang ada di sekitarnya berseberangan.

Mentertawakan kefanatikan di dalam jiwa-jiwa labil, atau ketidakmujuran Jojo, menjadi bagian yang sangat menyenangkan kala menyaksikan film ini. Keseimbangan antara momen konyol dan realitas yang mengerikan membuat penceritaan dongeng anti-benci terasa luar biasa.


Lebih-lebih, ironi dramatik yang digunakan tak hanya menjadi pemutar alur semata. Banyak sekali momen dari sana yang membuat kita menemukan kesunyian dari gambar-gambar yang dominan memberi tawa.

Sepatutnya drama komedi, karakterisasi di sini begitu unik, berwarna dan kuat. Keabsudan mereka menyiratkan pesan yang membantu kita meruntuhkan pandangan penuh kebencian Jojo. Membuat kita menemukan ruang hangat, dipenuhi momen yang benar-benar menyentuh.

Seperti Hitler imajiner yang menekankan rasa kesepian dan berperan sebagai pengganti sosok ayah. Tidak hanya membantu, tetapi sosoknya juga menjadi tolak ukur akan adanya perkembangan karakter. Atau menggambarkannya lewat tali sepatu yang juga melambangkan kelinci itu sendiri.

Review Film Jojo Rabbit (2019), Sebuah Komedi Satire Tentang Nazi dan Hitler
Baca Review Film Jojo Rabbit (2019) Bahasa Indonesia

Jangan lupakan romantisme yang manis dan jenaka yang pembentukannya didokumentasikan pada buku bergambar penuh imajinasi liar.

Menceritakan kebebasan yang terkekang dari dua anak, sekalipun mereka berbeda nasib. Menjadikan momen pemberontakan atau keluar dari rumah begitu penuh emosi yang menyadarkan bahwa fanatisme memang dapat membutakan nurani manusia.


Nah, demikian sedikit ulasan review film Jojo Rabbit (2019) dalam bahasa Indonesia. Apakah kamu sudah menonton film ini? Berikan pendapatmu juga di kolom komentar ya!

Previous Post
Next Post

0 komentar: